Sabtu, 10 April 2010

Sejumlah Lokasi Film Indonesia Dipamerkan di AS




Bali Film Center (BFC) akan mengadakan pameran di Los Angeles dan California, Amerika Serikat, sekaligus mempromosikan sejumlah lokasi wisata Indonesia yang bisa dijadikan obyek pengambilan gambar untuk film.

Manajer BFC Ineke dalam siaran persnya, Sabtu (10/04) menyebutkan, pameran mengenai lokasi pembuatan film yang didukung Kementerian Perindustrian itu akan digelar 15 hingga 17 April 2010.

"BFC akan menampilkan lokasi pembuatan film dari seluruh Indonesia, termasuk situs warisan dunia UNESCO, yakni Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko," katanya.

Ia mengemukakan bahwa dengan mendorong dan mendukung pembuatan film di lokasi wisata, merupakan cara tercepat mempromosikan dan memperkenalkan obyek wisata Indonesia ke seluruh dunia, termasuk candi yang berada di Jawa Tengah itu.

Menurut dia, BFC telah mengatur pertemuan dengan beberapa industri, studio dan perusahaan film untuk mengidentifikasi dan menawarkan potensi proyek film dan televisi untuk digarap di sejumlah lokasi di Indonesia.

"Negara ini seperti permadani budaya dengan topografi yang luas. Negara ini memiliki lokasi yang dapat dimanfaatkan, infrastruktur yang kokoh, dan penduduk yang ramah serta kooperatif," kata Ineke.

Ia mengemukakan, secara geografis dan budaya, beragam lokasi tersedia di Indonesia untuk pengambilan gambar film. Apalagi didukung oleh lingkungan yang kreatif, kaya akan ide cerita, biaya produksi rendah serta banyaknya pemeran figuran dari ratusan kelompok etnis yang berbeda.

"Ditambah lagi begitu banyak orang berbakat dan kreatif, baik di depan dan belakang kamera. Indonesia merupakan lokasi yang menarik dan ekonomis untuk pembuatan sebuah film," katanya.

Pemerintah Indonesia, katanya, telah menciptakan strategi untuk memastikan proyek-proyek film di negeri ini, dan telah terbukti dengan hadirnya Columbia Pictures baru-baru ini menyelesaikan EAT, PRAY, LOVE di Bali yang dibintangi pemenang Academy Award, Julia Roberts.

Saat berada di Los Angeles, katanya, BFC akan menayangkan film berjudul MERAH PUTIH yang telah memenangkan penghargaan di Serikat Sutradara Amerika. Diproduksi oleh Margate House, film perang yang mengambil latar belakang tahun 1947 menggambarkan perjuangan kemerdekaan negara melalui kehidupan tiga taruna muda.

BFC sendiri, katanya, adalah organisasi swasta yang berkomitmen mempromosikan Indonesia sebagai lokasi film dan pusat produksi, baik proyek domestik maupun internasional. Didirikan pada 2002, organisasi ini menjadi akses pertama kontak bagi produser asing, perusahaan film dan studio film yang tertarik untuk syuting film di Indonesia. (ant/dar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar